Sabtu, 24 Desember 2011

Beasiswa Aliansi

Beasiswa Aliansi adalah beasiswa yang dikhususkan untuk mahasiswa baru atau yang sedang melakukan perkuliahan di program Pascasarjana Mitra yang sedang menjalin aliansi dengan Perguruan Tinggi Pembina.
Adapun syarat-syarat untuk mengikuti beasiswa ini adalah sama dengan beasiswa BPPS regular Dikti
Perguruan Tinggi yang mengadakan beasiswa ini antara lain Perguruan Tinggi Mitra.
Berikut ini adalah Perguruan Tinggi yang mengadakan program aliansi.

A.    Perguruan Tinggi Pembina
1.    Institut  Teknologi Bandung
2.    Institut Pertanian Bogor
3.    Universitas Airlangga
4.    Universitas Negeri Yogyakarta
5.    Universitas Indonesia
6.    Universitas Gadjah Mada

Beasiswa pmri

Beasiswa PMRI Adalah beasiswa yang dikhususkan untuk mahasiswa di Institute Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (http://www.pmri.or.id) baik itu untuk dosen tetap maupun dosen CTAB ( Calon Tenaga Akademik Baru )

Institut Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (IP-PMRI). Misi utama IP-PMRI adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika sekolah di Indonesia dengan menggunakan suatu inovasi dalam pendidikan matematika yaitu PMRI. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) diadaptasikan dari Teori pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) yang dikembangkan di Netherlands (Belanda) sejak awal 70-an oleh Hans Freudenthal. Nama beliau dipakai sebagai nama pusat pengembangan RME di Belanda yaitu Freudental Institute (www.fi.uu.nl).

Beasiswa BPPS

a. Dasar Hukum
Pendidikan Tinggi merupakan sektor penting dalam upaya memperkuat daya saing bangsa. Perguruan Tinggi merupakan pendidikan tinggi sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tetang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), yaitu menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, jujur, berkualitas, demokratis dan mampu menghadapi tantangan dan persaingan antar bangsa. Hal yang sama dinyatakan dalam Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003-2010, bahwa perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang memiliki tanggung jawab dan mampu berkontribusi pada daya saing bangsa.
 
Dosen merupakan komponen penting dalam perguruan tinggi. Meningkatnya kualitas dosen akan secara langsung meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, khususnya pada pasar 46 ayat 2 yang menyatakan bahwa dosen diharuskan memiliki kualifikasi akademik tertentu yaitu: (a) lulusan program magister untuk program sarjana dan program diploma, dan (b). lulusan program doktor untuk program pascasarjana. Oleh karena itu upaya peningkatan kualifikasi akademik dosen dapat dilakukan melalui pemberian Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS). Untuk mencapai kualifikasi tersebut dalam waktu yang terbatas, maka Program BPPS perlu diperluas dan diakselerasi.

Program Mahasiswa Wirausaha (PMW)

Pada tahun anggaran 2009, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional telah meluncurkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) untuk dilaksanakan dan dikembangkan oleh perguruan tinggi. Program tersebut dilaksanakan diseluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan di beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang diseleksi oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dengan alokasi dana yang berbeda-beda.

PMW bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis IPTEKS kepada para mahasiswa agar menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global. Dalam rangka keberlanjutan, program ini juga bertujuan mengembangkan kelembagaan pada perguruan tinggi yang dapat mendukung pengembangan program-program kewirausahaan. Sebagai hasil akhir, diharapkan terjadinya penurunan angka pengangguran lulusan pendidikan tinggi yang pada kenyataannya menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Beasiswa PPA dan BBM

PEDOMAN
• BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM)
• BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK (PPA)

KATA PENGANTAR

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional berupaya mengalokasikan dana untuk memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa yang orang tuanya tidak mampu untuk membiayai pendidikannya, dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang mempunyai prestasi tinggi, baik di bidang akademik dan atau non akademik. Agar program bantuan biaya pendidikan dan beasiswa dapat dilaksanakan sesuai dengan prinsip 3T, yaitu: Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu, maka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menerbitkan pedoman.

Penerbitan pedoman ini diharapkan dapat memudahkan bagi para pengelola agar penyelenggaraan program dapat terlaksana sesuai dengan harapan kita semua. Selain itu pedoman ini diharapkan juga dapat memudahkan bagi para mahasiswa yang akan mengusulkan sebagai calon penerima beasiswa, dan memudahkan bagi mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai penerima beasiswa untuk menjalankan hak dan kewajibannya.

Sabtu, 17 Desember 2011

Aksi Koboi Aparat Kepolisian selama 2011

- 12 Januari: Sofyan, dosen Universitas Al-Asyariah Mandar Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tewas ditembak polisi dalam eksekusi lahan yang berakhir bentrok di kampus tersebut. Sofyan tewas setelah lehernya tertembus peluru. Kontak senjata dan hujan batu antara polisi dan mahasiswa terjadi tiga jam.

- 22 Februari: Kamaruddin tewas akibat tembakan di dada dan kaki setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Jantho, Aceh Besar. Selain itu, Suheri (15) juga korban salah tembak saat penumpasan latihan militer di Gunung Jalin.

- 24 April: Diduga cemburu, Aiptu Endang Budi tembak istrinya. Akibatnya, Aidah (32) terbaring lemas di ruang ICU RSUD Tasikmalaya.

Aksi Mahasiswa Bakar diri

Ratusan mahasiswa yang berdemo di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/12/2011) akhirnya membubarkan diri. Sebelum membubarkan diri, ratusan mahasiswa ini bersujud dan kemudian bernyanyi di hadapan foto Sondang Hutagalung, dengan berhias nyala lilin.


"Mari kita sejenak menunduk dan berdoa untuk Sondang," kata sang orator.
Ajakan orator ini pun dituruti. Suasana haru menyelimuti ratusan mahasiswa lantaran di depan Istana Merdeka tersebut, Sondang Hutagalung membakar diri, dan kemudian tewas setelah beberapa hari dirawat di RSCM lantaran mengalami luka bakar.