Minggu, 24 April 2011

Laporan Laju Reproduksi Ikan Guppy


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia. Dari sekian banyak jenis ikan hias, tidak semuanya telah dapat dibudidayakan. Dalam menternakkan ikan hias harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat dan kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya dalam cara pemijahan, bertelur ataupun menyusun sarangnya.

Cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam:
1. Ikan-ikan hias yang beranak.
2. Ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.
3. Ikan-ikan hias yang meletakkan telurnya pada suatu subtrat.
4. Ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya dalam sarang busa.
5. Ikan-ikan yang mengeramkan telurnya di dalam mulut.



Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai cara-cara pemeliharaan ikan hias yang beranak (live bearer), misalnya:
1. Ikan Guppy (Poecilia reticulata Guppy)
2. Ikan Molly (Poelicia latipinna Sailfin molly)
3. Ikan Platy (Xiphophorus maculatus Platy)
4. Ikan Sword tail (Xiphophorus helleri Sword tail)

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin)[1] yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak (jv, bjn), jukut (vkt).

Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Ada beberapa hewan air yang sering dianggap sebagai "ikan", seperti ikan paus, ikan cumi dan ikan duyung, yang sebenarnya tidak tergolong sebagai ikan.


1.2  Tujuan Praktikum

            Tujuan yang ingin dicapai yaitu diharapkan mahasiswa praktikan mengetahui dan memahami pola tingkah laku reproduksi ikan. Baik tingkah laku sebelum, sewaktu dan setelah spesies ikan melakukan pemijahan.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

`Ikan adalah kelompok parafiletik: ini berarti, setiap kelas yang memuat semua ikan akan mencakup pula tetrapoda yang bukan ikan. Atas dasar ini, pengelompokan seperti Kelas Pisces, seperti pada masa lalu, tidak layak digunakan lagi.

Ikan dapat ditemukan di hampir semua "genangan" air yang berukuran besar baik air tawar, air payau maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Namun, danau yang terlalu asin seperti Great Salt Lake tidak bisa menghidupi ikan. Ada beberapa spesies ikan dibudidayakan untuk dipelihara untuk dipamerkan dalam akuarium.

Ikan adalah sumber makanan yang penting. Hewan air lain, seperti moluska dan krustasea kadang dianggap pula sebagai ikan ketika digunakan sebagai sumber makanan. Menangkap ikan untuk keperluan makan dalam jumlah kecil atau olah raga sering disebut sebagai memancing. Hasil penangkapan ikan dunia setiap tahunnya berjumlah sekitar 100 juta ton.

Overfishing adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris untuk menjelaskan penangkapan ikan secara berlebihan. Fenomena ini merupakan ancaman bagi berbagai spesies ikan. Pada tanggal 15 Mei 2003, jurnal Nature melaporkan bahwa semua spesies ikan laut yang berukuran besar telah ditangkap berlebihan secara sistematis hingga jumlahnya kurang dari 10% jumlah yang ada pada tahun 1950. Penulis artikel pada jurnal tersebut menyarankan pengurangan penangkapan ikan secara drastis dan reservasi habitat laut di seluruh dunia.



BAB III
BAHAN DAN METODE

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum biologi perikanan ini dilaksanakan;
Hari/Tanggal     : Senin, 18 April 2011
Tempat : LAB. Biologi Perikanan Gd. Agronomi, Lt.2
Pukul                : 15:30

3.2 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum ini adalah;

Alat:
*        Buku identifikasi
*        Aquarium
*        Aerator
*        Alat tulis
Bahan:
*        Ikan  yang siap untuk mijah


3.3 Metode

           Metode yang digunakan dalam praktikum tingkat kematangan gonad yaitu :
-         memepersiapkan wadah tempat ikan.
-         Memasukkan ikan yang sudah siap untuk memijah ke dalam aquarium dan diberikan aerator.
-         Mempersiapkan lembaran kertas kerja tempat pencatatan setiap kali pengamatan.
-         Melakukan pengamatan dan pencatatan hasil pengamatan.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


Larva Ikan Guppy
 
DSC02106

Klasifikasi :
Kingdom          : Animalia
Filum                : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Cyprinodontiformes
Famili               : Poeciliidae
Genus               : Poecilia
Spesies : Poecilia reticulate
Nama Binomial : Poecilia reticulata
(http://www.wikipedia.org)

Adapun tingkah laku pemijahan ikan guppy, yaitu pada saat induk jantan dan induk betina dimasukan dalam satu tempat, induk jantan secara agresif menarik perhatian induk betina dengan mengibas – ngibaskan ekornya, kurang lebih satu hari induk jantan mulai melakukan pemijahan dengan induk betina, induk jantan menyalurkan spermanya melalui alat reproduksi sekunder berupa gonopodium, dalam beberapa hari induk betina mengandung telur, setelah kurang lebih sebulan seharusnya induk betina mengalami kopulasi dan disusul melahirkan larva ikan.

Namun dimungkinkan karena beberapa factor induk ikan betina mati sebelum berhasil mengeluarkan anak-anaknya. Factor-faktor yang mungkin mengakibatkan induk ikan betina ini mati adalah factor air yang tidak sesuai, ataupun karena induk ikan betina terserang penyakit tertentu.

Setelah ikan mati, larva ikan dapat dilihat dengan mengeluarkannya dari perut induk ikan betina. Adanya larva ikan menunjukkan bahwa sebenarnya induk ikan betina sudah siap untuk mengeluarkan anak-anaknya. Namun, karena beberapa kesalahan induk ikan betina mati beserta larvanya.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan

- tingkah laku pemijahan ikan guppy, yaitu pada saat induk jantan dan induk betina dimasukan dalam satu tempat, induk jantan secara agresif menarik perhatian induk betina dengan mengibas – ngibaskan ekornya.

- Factor-faktor yang mungkin mengakibatkan induk ikan betina ini mati adalah factor air yang tidak sesuai, ataupun karena induk ikan betina terserang penyakit tertentu.


5.2 Saran

Ikan betina dapat mati saat praktikum, larva ikan dapat dilihat dengan mengeluarkannya dari perut induk ikan betina. Adanya larva ikan menunjukkan bahwa sebenarnya induk ikan betina sudah siap untuk mengeluarkan anak-anaknya. Namun, karena beberapa kesalahan induk ikan betina mati beserta larvanya. Oleh karena itu dibutuhkan ketelitian yang lebih agar hal-hal tersebut tidak terjadi sehingga hasil praktikum menjadi lebih maksimal.









DAFTAR PUSTAKA


http://hobiikan.blogspot.com. diakses tanggal 14 April 2011
http://pemancing.com . diakses tanggal 14 April 2011
http://repository.ipb.ac.id. diakses tanggal 14 April 2011
http://www.ikanmania.wordpress.com. diakses tanggal 14 April 2011




 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar